Kuikhlaskan semua ini, karena DIA


Aku berdiri diatas sayup-sayup senja, mencari cinta dan ketulusan yang sesungguhnya. 
Di keindahan gerimis senja yang memberiku setetes harapan.
Aku mengenalmu karena DIA
Aku mencarimu karena DIA
Andai kata aku bias bersamamu
Itu juga karena DIA
Dan jika aku harus merelakanmu bersamanya
Itu juga karena DIA

Mungkin bahagiamu bukan untukku
Cintamu tak tercipta untukku
Dan hatimu tercipta hanya untuknya

Kuikhlaskan semua ini, karena DIA (Cinta Dalam Ikhlas)

Tiga Tahun bukan waktu yang sebentar untukku, ini cukup lama. Pondasi yang sudah kami bangun berdua, runtuh begitu saja. Karena kami dua orang yang sama-sama mempunyai ego yang luar biasa. Meskipun kadangkala egoku bisa Meredam. Tapi kami pun mengambil keputusan untuk berpisah, dengan ego masing-masing.

Melepaskan seseorang yang bukan siapa-siapa kita, namun telah mengisi sebagian tempat dalam relung jiwa, Terkadang kita belum bisa benar-benar mengikhlaskan namun seiring berjalannya waktu pasti kita mampu untuk melepaskan segala ketetapan-ketetapan yang telah ditentukan oleh-Nya.

Sampai malam tadi, selesai bersujud dan menangis disajadah. Mungkin ini jawaban Allah, aku harus memberanikan diri untuk mencoba melepaskan dan mencintai kehilangan itu agar lebih baik. Mungkin masih keras hati. Tapi aku tahu hatiku. Aku hanya butuh waktu dan seseorang yang benar-benar tepat untukku.

Layaknya Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja, tidak melawan dan mengikhlaskan semuanya. Dan kita harus mencontoh Daun tersebut. Untuk selalu menerima dan ikhlas terhadap ketentuan-tetentuan yang telah ditetapkan-Nya.

Comments

Popular posts from this blog

Bolehkah Mengeluh? Aku hanya sedikit Lelah

Yakinlah, Bahwa Segalanya adalah Ketetapan-Mu

Ya Allah, aku ridho dengan segala ketetapan-Mu.