Ya Allah, aku ridho dengan segala ketetapan-Mu.
Kesiapan
diri sangatlah penting dalam rangka menghadapi segala kemungkinan yang akan
terjadi di dalam kehidupan ini.
Sedih, suka ataupun duka Allah yang memberikan, maka tempat
semua kembali pasti pada Allah juga. Tidak perlu terlarut dalam kesedihan,
karena waktu ini terlalu singkat untuk kita lalui dalam kesedihan. Bukankah
kita telah mempunyai Islam sebagai agama kita? Bukankah kita mempunyai
Rasulullah sebagai panutan kita? Dan bukankah kita mempunyai Allah sebagai
penolong kita?
Dalam
keadaan apapun, justru terdapat celah kesempatan kita untuk beribadah. Yaitu
ketika kita bisa memaknai jatuhnya bola golf tersebut sebagai teguran dari
Allah Swt. agar kita tetap ingat pada-Nya. Sehingga ucapan yang terlontar pun
adalah dzikir.
Apa yang telah terjadi, maka sikap yang harus
kita miliki adalah Ridho. Ridho terhadap apa yang akhirnya terjadi atau Ridho pada
hasil yang akhirnya kita terima setelah usaha yang kita lakukan.
Sebagaimana
hadits, bersikap Ridho akan memberi nuansa tersendiri di dalam batin kita.
Karena sebenarnya penderitaan kita saat menggerutu dan mengutuk itu bukan
karena peristiwa jatuhnya bola pada jempol kaki kita. Melainkan karena kita
tidak mau menerima kenyataan itu. Sehingga akhirnya kita pun merasakan
penderitaan.
Ingatlah,
tidak ada suatu kejadian yang tanpa maksud dan tujuan. Maka, apapun kenyataan yang kita hadapi, terimalah dan jangan berkeluh
kesah, apalagi menggerutu. Sikap ridho akan menghindarkan kita dari rasa
menderita. Kenyataan yang berbeda dengan harapan akan jadi terasa ringan dan
kita pun akan lebih bisa mengkondisikan diri untuk berbahagia.
Ubahlah
Kalimat: “Kenapa semua ini terjadi padaku?”
menjadi
Ya
Allah, aku ridho dengan segala ketetapan-Mu.
Comments
Post a Comment